Wednesday, 19 June 2013

Penyebab Kabut menyelimuti Daerah Batam,
Diduga kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di daratan Sumatera ada keterlibatan perusahan milik Singapura dan Malaysia membuat membuat Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Baltasar Kambuaya, MBA marah. Pasalnya, Singapura dan Malaysia mempermasalahkan kabut asap yang sudah sampai ke negara mereka, namun tidak pernah mengawasi perusahaan milik warga negaranya.
Kota Batam Diselimuti Kabut Tebal (19/06)
Kota Batam Diselimuti Kabut Tebal (19/06)
Karena dianggap sudah semakin membahayakan, Baltasar Kambuaya, MBA berencana akan segera memantau kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Kepada wartawan, Rabu (19/6) siang, Baltasar menyebutkan bahwa pihaknya akan segera memantau langsung titik- titik kebakaran hutan yang ada di Sumatera.
“Saya akan kirim penyidik ke Sumatera. Dan besok saya akan ke Bengkalis. Ini ada indikasi pembakaran hutan dilakukan oleh perusahaan milik Singapura atau Malaysia. Kalau ini benar ada tindakan melanggar hukum, maka akan kita tindak secara hukum. Jadi Singapura dan Malaysia jangan hanya ribut saja karena ada asap, tapi harus awasi juga perusahaan mereka,” katanya.
Sehubungan dengan keluhan Singapura dan Malaysia terkait asap tebal tersebut, Baltasar menyebutkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pihak pemerintah Singapura dan Malaysia. Kedua negara tersebut mengaku bahwa sejauh ini tidak mempermasalahkan kabut asap yang melanda negara mereka. “Mereka tidak mempermasalahkannya, karena memang arah anginnya kesana. Namun, kita minta kepada mereka jangan hanya protes saja tentang asapnya, tapi awasi juga perusahaannya,” ujar Baltasar lagi.
Sementara itu, dari pantauan BMKG saat ini, tercatat terdapat 194 titik api di wilayah Sumatera yang terkonsentrasi di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Karena inilah kabut asap di Batam pun semakin meningkat. Saat ini diketahui jarak pandang di Batam semakin menurun menjadi 1000-2000 meter. “Kalau untuk pendaratan pesawat di Hang Nadim, tidak masalah. Kecuali jarak pandangnya sudah kurang dari 1000 meter,” kata Kepala BMKG Batam, Philip Mustamu, Rabu siang.
Philip mengatakan tidak dapat memastikan situasi ini berlangsung berapa lama. ” Kalau titik apinya masih ada, maka kabut asap akan terus berlangsung dan tergantung arah anginnya juga,” ujar Philip. Arah angin bertiup dari barat daya hingga barat laut. Kondisi ini me mungkinkan penyebaran asap di wilayah Kepri dan sekitarnya

No comments:

Post a Comment